Dengan puasa, maka kita akan menyadari bahwa sebenarnya puasa merupakan hadiah Allah untuk umat manusia.
Sehingga bagi hamba Allah yang telah mencapai ma’rifat, akhirnya puasa wajib, sunnah dan juga yang khusus, bukanlah berbeda.
Secara lahiriah ketiganya memang berbeda dari segi waktu dan cara pelaksanaannya, akan tetapi secara batiniah, esensi ketiga jenis puasa itu tidak berbeda.
Dengan berpuasa secara hakiki, tidak ada sekat wajib sunnah atau khusus lagi, yang ada adalah menikmati hadiah dari Allah bagi rohani kita.
Sehingga dengan pemahaman dan pelaksanaan puasa yang seperti itu, maka akhirnya puasa tersebut akan mampu menjadi katalisator bagi hawa nafsu kita, dan hati akan semakin berkilau oleh bilasan nurullah....
Ia akan menjadi motor penggerak bagi ruh, sebagai efek kebeningan hatinya yang dengan itulah keseluruhan kehidupan akan ditunjukkan menuju kearah al-Haqq, Illahi Rabbi.
Selamat beribadah di Bulan Suci Romadhon 1442 H

Tidak ada komentar:
Posting Komentar